Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok - Perikanan HobiKita

 


Budidaya ikan lele menggunakan sistem bioflok menjadi alternatif yang tepat untuk peternak pemula. Sistem ini menggunakan bakteri dalam air untuk mengubah limbah ikan menjadi nutrisi yang berguna untuk pertumbuhan ikan lele. Berikut adalah panduan untuk budidaya ikan lele sistem bioflok:

  1. Persiapan Kolam Buatlah kolam dengan ukuran minimal 3x3 meter dan kedalaman minimal 80 cm. Pastikan kolam memiliki saluran masuk dan keluar air yang cukup dan dapat diatur untuk mengatur kadar oksigen dan pH di dalam kolam. Kolam harus steril dan bersih sebelum digunakan untuk budidaya ikan.

  2. Persiapan Air Isi kolam dengan air yang bersih, pastikan air yang digunakan bebas dari kotoran dan bahan kimia berbahaya. Gunakan air sumur atau air bersih yang telah disaring atau diendapkan selama 24 jam.

  3. Tambahkan Starter Bioflok Tambahkan starter bioflok ke dalam kolam untuk mempercepat pembentukan bioflok. Starter bioflok dapat dibuat dengan mencampurkan air laut dengan air bersih dalam perbandingan tertentu.

  4. Tambahkan Pakan Pakan ikan lele dalam sistem bioflok biasanya berupa pelet ikan lele dan tepung udang. Pakan ini akan membantu pembentukan bioflok dan mempercepat pertumbuhan ikan.

  5. Kontrol Kualitas Air Pada sistem bioflok, kualitas air sangat penting. Lakukan pengukuran secara rutin untuk memantau kadar oksigen, pH, amonia, nitrit dan nitrat. Pastikan kualitas air tetap dalam kondisi yang optimal.

  6. Perawatan Kolam Lakukan perawatan kolam secara rutin seperti membersihkan sisa pakan dan kotoran ikan. Pastikan juga saluran masuk dan keluar air bebas dari hambatan dan teratur.

  7. Panen Ikan Ikan lele dalam sistem bioflok siap dipanen setelah mencapai ukuran 250-300 gram. Panen dapat dilakukan dengan cara mengeringkan kolam atau dengan menggunakan alat penangkap ikan.

Dengan mengikuti panduan di atas, peternak pemula dapat memulai budidaya ikan lele sistem bioflok dengan mudah. Sistem bioflok dapat mengurangi penggunaan air secara signifikan dan meningkatkan efisiensi pakan. Namun, perlu diingat bahwa sistem ini membutuhkan pengawasan yang ketat dan perawatan yang baik agar dapat berjalan dengan optimal. Selamat mencoba!

Comments